Pengayaan Arsitektur Desa dan Urbanisme merupakan studio desain lintas disiplin yang menjembatani peran desain dalam membangun hubungan antara manusia, lingkungan, dan budaya keberlanjutan.
Kami melihat desain lebih dari sebuah instrumen untuk merancang ruang, namun juga sebagai upaya untuk merawat bumi yang kita huni.
Kami mendalami pengayaan desain dari arsitektur, ruang publik, lanskap, maupun perencanaan wilayah dari skala desa maupun kota.
Berkolaborasilah dengan kami untuk bersama-sama merawat Bumi yang lestari!

bagi kami, arsitektur bukan hanya tentang bangunan; arsitektur adalah bahasa yang menghubungkan manusia dengan ruang, waktu, dan emosi. karenanya, Setiap garis, bentuk, dan material membawa cerita tentang bagaimana kita ingin hidup. kami percaya bahwa arsitektur harus menjawab lebih dari sekadar fungsi; ia harus membangun hubungan yang lestari antara manusia dan lingkungannya.

Tanmu House

Desa dan kota bukanlah dua kutub yang berlawanan—keduanya adalah ruang hidup yang saling memerlukan satu sama lain. Desa menyimpan kearifan lokal tentang keseimbangan ekologis, sementara kota menawarkan inovasi dan interaksi dinamis. Melalui desain yang kontekstual dan berkelanjutan, kami mengimajinasikan ruang yang mengintegrasikan tradisi dengan modernitas, ekologi dengan teknologi, serta warga dengan perkembangan ekonomi.

I AM RIVER, AM I? – Documentary Project

Imagining (future) River Through Pre-independence Archives

From Pasture to Pathway

Publikasi dan tulisan adalah bagian dari refleksi kami dalam menjembatani praktik desain kontemporer dengan nilai-nilai lokal, ekologi, serta tantangan urban dan rural. Kami menggali bagaimana manusia dan lingkungannya dapat tumbuh bersama, bagaimana instrumen desain dapat menjadi alat untuk mewujudkan kelestarian, serta bagaimana desain dapat memengaruhi kehidupan kita.

River as Beings: Semiotic Embodiments in Yogyakarta’s Temporal Riparian Landscape

The multicultural influence on urban development has fundamentally altered the perception of the river and led to its contamination in Indonesia, progressively polluting reservoir basins and risking the subsurface aquifer. We need a fundamental transformation in both tangible and intangible aspects. De la Bellacasa (2017) frames care as a situated

+
Imagining Urban Village Design Grammar

The discourse on urbanism in Indonesia is still in its infancy. Existing development disparities and difficulties between urban and rural areas motivate people to migrate to large cities in search of opportunities. As a result, urban growth has been dispersed, making settlement supply challenging and forcing people to reside in desakotas,

+
error: